Jumat, 04 April 2008

Masa Pensiun: Perspektif Psikologi

Dalam kajian psikologi perkembangan, usia menjelang pensiun dikategorikan sebagai usia dewasa lanjut (late adolescence). Berbeda dengan fase perkembangan sebelumnya, fase dewasa lanjut, khususnya yang terkait dengan persiapan menghadapi masa pensiun, memiliki karakter psikologis yang khas. Robert Atchley (1976 dalam Santrock, 2002: 228), menyatakan bahwa individu akan mengalami 7 fase pensiun: Fase Jauh (Remote Phase); Fase Mendekat (Near Phase); Fase Bulan Madu (Honey-Moon Phase); Fase Kecewa (Disenchantment Phase); Fase Re-orientasi (Reorientation Phase); Fase Stabil (Stability Phase) dan Fase Akhir (Termination Phase).

Pada Fase Jauh, kebanyakan individu kurang melakukan sesuatu untuk mempersiapkan masa pension. Hal ini disebabkan, salah satunya oleh adanya kepercayaan bahwa kita tidak akan meninggalkan pekerjaan, justru akan semakin menikmati pekerjaan. Pada Fase Mendekat, individu mulai memiliki keinginan untuk berpartisipasi dalam program-program pra-pensiun. Program-program pra-pensiun diarahkan untuk membantu memutuskan kpan dan bagaimana seharusnya pensiun, yang dapat meliputi isu-isu komprehensif tentang kesehatan fisik dan mental. Setelah Fase Mendekat, maka individu akan mengalami 5 fase lanjutan setelah pensiun. Fase pertama adalah Fase Bulan Madu dimana individu cenderung merasa bahagia karena mereka dapat melakukan segala sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya. Selanjutnya adalah Fase Kekecewaan dimana inidividu menyadari bahwa bayangan pra-pensiun tentang fase pensiun ternyata tidak realistik. Namun, Fase Kekecewaan kecil kemungkinan terjadi ketika pada Fase Bulan Madu, individu mampu menciptakan rutinitas aktivitas yang menyenangkan bagi dirinya. Pada tahap selanjutnya, individu akan mengalami Fase Re-Orientasi dimana para pensiunan mencatat apa yang masih dimiliki, mengumpulkannya bersama-sama dan mengembangkan alternative-alternatif kehidupan yang lebih realistik. Pada fase ini individu mulai menjelajahi dan mengevaluasi jenis-jenis gaya hidup yang meungkinkan mereka menikmati kepuasan hidup. Berdasar pada proses evaluasi tersebut, maka di tahap selanjutnya individu akan menjalani Fase Stabil, yaitu ketika ada keputusan yang didasarkan pada criteria tertentu untuk mengevaluasi pilihan-pilihan pada fase pensiun dan bagaimana mereka akan menjalani salah satu pilihan yang telah dibuat. Pada Fase Akhir, peranan fase pensiun digantikan oleh peran sebagai pesakitan atau peran tergantung karena orang-orang dewasa lanjut tidak dapat berfungsi secara mandiri lagi dan mencukupi kebutuhannya sendiri.

Berdasar pada tinjauan teori di atas, maka, hal yang dibutuhkan bagi individu yang akan menjalani masa pensiun adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi pasca pensiun, yaitu kondisi dimana tidak ada lagi aktivitas kerja rutin sebagai bagian dari pemenuhan motif ekonomi dan aktualisasi diri (self-actualization). Menurut Palmore (1985 dalam Santrock, 2002: 229), orang-orang dewasa lanjut yang memiliki penyesuaian diri paling baik terhadap pensiun adalah sehat secara fisik, memiliki pendapatan layak, aktif, berpendidikan baik, memiliki relasi social yang luas termasuk diantaranya teman-teman dan keluarga dan biasanya merasa puas dengan kehidupannya sebelum pensiun.
Drs. H.M. Zainal Abidin, M.Si, Psikolog)

JANGAN TAKUT PENSIUN. TAKUTLAH PADA KEHIDUPAN SETELAH PENSIUN

Persepsi pensiun (dari sudut pandang karyawan) secara umum adalah seseorang yang berhenti bekerja karena keinginan sendiri atau ditetapkan secara administrative karena telah memenuhi syarat sekaligus harus melepaskan segala kekuasaan dan kewenangan sebagai pegawai pada jabatan yang dipegangnya. Konsekwensinya akan hilangnya penghasilan tetap dan berbagai tunjangan yang diterima setiap bulan dan diganti uang pension yang diterima sekaligus atau diberikan secara bulanan.
Sebagian orang masa pensiun merupakan masa penuh kegelisahan dan kecemasan, namun bagi sebagian yang lain justru menjadi masa yang sangat menggembirakan.
Kenapa bisa muncul 2 kelompok tersebut? Jawabannya sederhana. Kesiapan. Apakah anda sudah mempersiapkan masa pensiun anda? Sebaiknya sejak kapan kita harus mempersiapkan pensiun?
Banyak orang takut mati. Sedangkan kapan kematian datang itu hanya tuhan yang tahu. Seharusnya orang tidak boleh takut mati. Tapi harus takut dengan kehidupan setelah mati. Maka bersiap siaplah untuk menjalani kehidupan setelah mati. Pensiun hampir mirip dengan analogi tentang kematian. Saat ini kondisi ekonomi dan pemerintahan yang serba tidak menentu kita dapat di PHK atau kehilangan pekerjaan kapan saja. Masih ingatkah anda tentang beberapa departemen pemerintah yang dibubarkan? Maka jangan takut kena PHK atau pensiun. Takutlah pada kehidupan setelah pensiun/PHK. Maka persiapkan pensiun anda saat ini juga.